Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

BAB 4 : Pewarisan Sifat dan Bioteknologi

BAB 4

Pewarisan Sifat dan Bioteknologi

Memahami bagaimana sifat diturunkan dari induk kepada keturunannya melalui kromosom, DNA, dan gen, serta penerapannya dalam bioteknologi konvensional maupun modern untuk kehidupan sehari-hari.

Topik Pembelajaran:

  • Kromosom, DNA, dan Gen sebagai Materi Genetik
  • Ekspresi Gen: Transkripsi dan Translasi (Sintesis Protein)
  • Percobaan Gregor Johann Mendel dengan Kacang Ercis
  • Persilangan Monohibrid (Hukum I Mendel)
  • Persilangan Dihibrid (Hukum II Mendel)
  • Bioteknologi Konvensional dan Modern

A. Kromosom, DNA, dan Gen

Pernahkah kamu memperhatikan mengapa warna mata, bentuk rambut, atau tinggi badanmu mirip dengan orang tuamu? Semua itu berkaitan dengan pewarisan sifat, yaitu proses alamiah ketika informasi genetik diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Informasi ini tersimpan dalam materi genetik yang terdiri atas kromosom, DNA, dan gen.

⚛ Materi Genetik dalam Sel

Di dalam inti sel (nukleus) terdapat struktur seperti benang yang disebut kromosom. Kromosom tersusun atas DNA yang melilit protein histon. Potongan DNA yang menentukan satu sifat disebut gen.

1. Perbedaan Kromosom, DNA, dan Gen

⚛ Kromosom

Struktur seperti benang di dalam inti sel yang terlihat jelas saat sel membelah. Tersusun atas dua kromatid yang bergabung di sentromer. Manusia memiliki 23 pasang (46 buah) kromosom di setiap sel tubuh, kecuali sel kelamin yang hanya memiliki 23 buah.

⚛ DNA (Deoxyribonucleic Acid)

Benang heliks ganda (double helix) yang tersusun atas monomer nukleotida. DNA dikemas di dalam kromosom dengan cara melilit pada protein histon. DNA membawa informasi genetik seluruh makhluk hidup.

⚛ Gen

Potongan DNA yang menentukan satu sifat atau mengode satu protein. Tidak semua bagian DNA adalah gen. Gen berfungsi menentukan sifat individu melalui proses sintesis protein.

Fakta Sains: Penemuan DNA

DNA pertama kali ditemukan pada tahun 1869. Namun, pada tahun 1953, James Watson dan Francis Crick mengumumkan bahwa DNA berbentuk heliks ganda (spiral yang tersusun atas dua helai DNA). Berkat penemuan ini, mereka mendapatkan Penghargaan Nobel pada tahun 1962.

2. Ekspresi Gen (Sintesis Protein)

Gen berperan penting dalam menentukan sifat individu melalui proses sintesis protein. Proses ini terdiri atas dua tahapan:

Tahap 1: Transkripsi

Di dalam inti sel, kode genetik DNA disalin menjadi mRNA (messenger RNA). mRNA kemudian keluar dari inti sel menuju ribosom.

Tahap 2: Translasi

Di ribosom, kode genetik pada mRNA diterjemahkan menjadi asam amino yang dirangkai menjadi protein. Protein ini akan diproses di Retikulum Endoplasma dan Badan Golgi.

Protein yang dihasilkan kemudian menjadi bahan baku pembuatan enzim, hormon, atau struktur sel yang dapat mempengaruhi sifat setiap individu.

B. Persilangan Monohibrid dan Dihibrid

Ilmu tentang pewarisan sifat dikenal dengan istilah genetika. Genetika mulai berkembang setelah percobaan yang dilakukan oleh Gregor Johann Mendel (1822-1884) pada tahun 1856-1863 dengan menyilangkan kacang ercis (Pisum sativum).

Mengapa Kacang Ercis?

  • Memiliki banyak varietas dengan sifat kontras
  • Dapat melakukan penyerbukan sendiri
  • Mudah dikawinsilangkan
  • Berumur pendek (cepat menghasilkan biji)
  • Menghasilkan banyak keturunan

Istilah Penting dalam Genetika

Istilah Penjelasan Contoh
Parental (P) Induk yang disilangkan Ungu × Putih
Gamet (G) Sel kelamin jantan atau betina U, u
Filial (F) Keturunan (F1 = anak, F2 = cucu) F1, F2
Gen Dominan Gen kuat, ditulis huruf kapital M (manis), U (ungu)
Gen Resesif Gen lemah, ditulis huruf kecil m (asam), u (putih)
Genotipe Susunan gen individu MM, Mm, mm
Fenotipe Sifat yang tampak dari luar Manis, Ungu

1. Persilangan Monohibrid (Hukum I Mendel)

Hukum I Mendel (Hukum Segregasi) menyatakan bahwa pasangan alel berpisah secara bebas pada saat pembentukan gamet. Monohibrid adalah persilangan dengan satu sifat beda.

Contoh: Persilangan Bunga Ungu × Putih

P : Ungu (UU) × Putih (uu)
Gamet : U × u
F1 : Uu (100% Ungu)

P2 : Uu × Uu
Gamet : U, u × U, u
F2 : UU, Uu, Uu, uu
Rasio Genotipe F2 = 1 UU : 2 Uu : 1 uu
Rasio Fenotipe F2 = 3 Ungu : 1 Putih (75% : 25%)

2. Persilangan Dihibrid (Hukum II Mendel)

Hukum II Mendel (Hukum Asortasi) menyatakan bahwa setiap alel dapat berpasangan secara bebas dengan alel lainnya yang bukan pasangannya pada saat pembentukan gamet. Dihibrid adalah persilangan dengan dua sifat beda.

Contoh: Biji Bulat Kuning × Keriput Hijau

P : Bulat Kuning (BBKK) × Keriput Hijau (bbkk)
Gamet : BK × bk
F1 : BbKk (100% Bulat Kuning)

P2 : BbKk × BbKk
Gamet : BK, Bk, bK, bk × BK, Bk, bK, bk
Rasio Fenotipe F2 = 9 : 3 : 3 : 1
9 Bulat Kuning : 3 Bulat Hijau : 3 Keriput Kuning : 1 Keriput Hijau

Fakta Sains: Penemuan Mendel Sempat Diabaikan

Semasa hidupnya, Mendel hanya dikenal sebagai biarawan biasa, bukan ahli genetika. Selama 8 musim, ia mengumpulkan data dari 10.000 tanaman, 40.000 bunga, dan 300.000 biji kacang ercis. Hasilnya baru diakui 26 tahun setelah kematiannya, pada tahun 1900.

C. Bioteknologi

Bioteknologi adalah pemanfaatan agen biologis (mikroorganisme, enzim, sel, DNA) untuk menghasilkan produk atau jasa. Bioteknologi dibagi menjadi dua: konvensional dan modern.

1. Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional memanfaatkan mikroorganisme secara langsung melalui proses fermentasi (pemecahan senyawa kompleks menjadi sederhana dalam keadaan anaerob). Peralatan dan metodenya sederhana, tidak memerlukan sterilitas tinggi.

⚛ Tempe

Bahan: Kedelai. Mikroorganisme: Rhizopus oligosporus. Proses: Fermentasi anaerob.

⚛ Tape

Bahan: Singkong/ketan. Mikroorganisme: Saccharomyces cerevisiae. Proses: Fermentasi.

⚛ Roti

Bahan: Tepung terigu. Mikroorganisme: Saccharomyces cerevisiae. Proses: Fermentasi menghasilkan CO2.

⚛ Keju & Yoghurt

Bahan: Susu. Mikroorganisme: Lactobacillus. Proses: Fermentasi asam laktat.

⚛ Kecap

Bahan: Kedelai. Mikroorganisme: Aspergillus wentii. Proses: Fermentasi.

⚛ Nata de Coco

Bahan: Air kelapa. Mikroorganisme: Acetobacter xylinum. Proses: Fermentasi.

2. Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern melibatkan rekayasa genetik atau manipulasi materi genetik (DNA) organisme. Menggunakan alat dan teknologi canggih seperti mikroskop elektron, PCR, dan enzim-enzim khusus.

⚛ Kultur Jaringan

Menumbuhkan bagian tanaman dalam medium khusus untuk mendapatkan bibit unggul secara cepat dan massal.

⚛ Rekayasa Genetika (DNA Rekombinan)

Menggabungkan gen dari dua organisme berbeda untuk menghasilkan organisme baru dengan sifat unggul.

⚛ Kloning

Membuat salinan identik secara genetik dari suatu makhluk hidup. Contoh: Domba Dolly.

⚛ Bayi Tabung (IVF)

Proses pembuahan sel telur oleh sperma di luar tubuh (dalam laboratorium), lalu ditanamkan ke rahim ibu.

⚛ Teknologi Hibridoma

Menggabungkan dua jenis sel untuk memproduksi antibodi monoklonal untuk pengobatan.

Warna-Warna Bioteknologi

Bioteknologi dibedakan berdasarkan bidang penerapannya:

  • Bioteknologi Biru: Sumber daya kelautan (mikroorganisme laut, bioremediasi)
  • Bioteknologi Putih: Industri (enzim, bioetanol, bioplastik)
  • Bioteknologi Merah: Kesehatan (vaksin, antibiotik, terapi gen)
  • Bioteknologi Hijau: Pertanian (tanaman transgenik, biopestisida, kultur jaringan)

Perbandingan Bioteknologi Konvensional vs Modern

Aspek Konvensional Modern
Teknik Fermentasi sederhana Rekayasa genetika
Skala Rumah tangga/kecil Industri/besar
Alat Sederhana Canggih (PCR, mikroskop elektron)
Sterilitas Tidak ketat Sangat ketat
Contoh Tempe, tape, yoghurt Bayi tabung, kloning, insulin rekombinan

Ringkasan Bab

  • Materi genetik terdiri atas kromosom (struktur benang), DNA (heliks ganda), dan gen (potongan DNA pembawa sifat)
  • Ekspresi gen terjadi melalui transkripsi (DNA ke mRNA) dan translasi (mRNA ke protein)
  • Gregor Johann Mendel adalah Bapak Genetika yang menemukan hukum pewarisan sifat melalui percobaan kacang ercis
  • Hukum I Mendel (Segregasi): Persilangan monohibrid menghasilkan rasio fenotipe F2 = 3:1
  • Hukum II Mendel (Asortasi Bebas): Persilangan dihibrid menghasilkan rasio fenotipe F2 = 9:3:3:1
  • Bioteknologi konvensional menggunakan fermentasi dengan mikroorganisme (tempe, tape, yoghurt)
  • Bioteknologi modern menggunakan rekayasa genetika (bayi tabung, kloning, kultur jaringan)
  • Bioteknologi dibagi berdasarkan warna: biru (kelautan), putih (industri), merah (kesehatan), hijau (pertanian)
Baca Bab Ini →

Post a Comment for "BAB 4 : Pewarisan Sifat dan Bioteknologi"